Pramuka Jakarta Barat - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Jakarta Barat melakukan langkah berani dalam memperbarui kualitas sumber daya manusianya. Melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) atau yang populer disebut "Pitaran Pelatih", sebanyak 39 Pelatih Pembina terpilih mengikuti penggemblengan khusus guna menghadapi tantangan pendidikan kepanduan di era modern.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan (Orenbang), Kak Abdul Latif, yang hadir mewakili Ketua Kwarcab Jakarta Barat. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa ToT ini merupakan strategi penyegaran agar para pelatih tetap relevan dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pengabdian.
Menghadirkan narasumber berkompeten seperti Kak Widhya Sukma dan Kak RM Iqbal, para peserta yang terdiri dari kolaborasi pelatih muda dan senior ini didorong untuk terus berinovasi. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab), Kak Adi, menyatakan bahwa hasil seleksi ketat ini diproyeksikan menjadi motor pembaharuan pola pembinaan di Jakarta Barat.
Satu poin krusial yang dihasilkan dalam pertemuan ini adalah rencana peninjauan kembali mekanisme pembiayaan kursus agar lebih aksesibel namun tetap berkualitas. Selain itu, sebagai bentuk legitimasi, seluruh pelatih yang dinyatakan lulus dalam ToT ini akan dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) Kwarcab sebagai bagian dari Tim Pelatih resmi Jakarta Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya standar yang sama dalam setiap pelatihan kepanduan di wilayah tersebut.
Di luar urusan teknis materi, aspek "guyub" atau kebersamaan antar-pelatih menjadi pesan sentral dalam kegiatan ini. Kwarcab Jakarta Barat menginginkan adanya sinergi yang kuat antara pengalaman pelatih senior dan kreativitas pelatih muda. Kerja sama ini dinilai sebagai kunci utama agar organisasi tetap solid dalam menjalankan tugas pengabdiannya.
Dengan berakhirnya ToT ini, Jakarta Barat kini memiliki barisan pelatih yang siap ditugaskan dengan bekal metode pengajaran terbaru. Transformasi ini menjadi sinyal bahwa Jakarta Barat tengah serius merombak struktur pelatihan Kepramukaan demi melahirkan generasi pramuka yang lebih kompetitif.