Momen emosional pecah saat prosesi sungkeman berlangsung. Di hadapan para orang tua, para calon Pramuka Garuda ini bersimpuh memohon doa restu. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa di balik atribut prestisius yang akan mereka kenakan, ada dukungan keluarga yang menjadi fondasi utama.
Sebanyak 47 pramuka Siaga, 28 Penggalang, dan 5 Penegak telah melewati serangkaian uji kompetensi ketat sebelum dinyatakan layak menyandang gelar Garuda tahun 2026. Sebagai simbol pembersihan diri, prosesi diakhiri dengan penyiraman air kembang kepada para peserta, menandai kesiapan mereka terjun kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih kuat.
Prestasi ini menjadi pelengkap kebahagiaan bagi Kwarran Tamansari. Selain mencetak puluhan kader unggul, wilayah di bawah naungan Kwartir Cabang Jakarta Barat ini baru saja dikukuhkan sebagai Kwarran Tergiat peringkat 3 di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Pramuka Garuda adalah teladan. Mereka diharapkan menjadi contoh nyata bagi rekan sebaya, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal," ujar Wakil Ketua Bidang Binamuda Kwarcab Jakarta Barat, Kak Ahmad Prabudi, saat memberikan amanat.
Kehadiran jajaran tokoh penting, mulai dari Sekretaris Kwarcab Jakarta Barat hingga para pembina gugus depan, menegaskan pentingnya momentum ini. Bagi Tamansari, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni pembagian lencana, melainkan pembuktian konsistensi pembinaan generasi muda di tengah dinamika ibu kota.
